STOP ILEGAL LOVING!
Friday November 28th 2008, 5:24 am
Filed under: Uncategorized

“Yang demikian itu adalah Tuhan yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang, Yang memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah.”

CintaNya telah ada…

bahkan sejak keberadaan kita belum ada!

”Hai hambaKu sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman terhadap diri Ku dan Aku haramkan juga diantara kalian, maka janganlah kalian saling mendzalimi. Wahai hambaKu, masing-masing kalian dalam keadaan sesat kecuali yang telah Aku beri petunjuk maka mintalah petunjuk kepadaKu, niscaya Aku beri petunjuk (hidayah).

Hai hambaKu, setiap kalian dalam keadaan lapar, kecuali yang telah Aku beri makan, maka mintalah makan pada Ku, niscaya Aku beri makan.

Hai hambaKu, setiap kalian dalam keadaan telanjang, kecuali yang telah Aku beri pakaian, maka mintalah pada Ku, niscaya Aku beri pakaian.

Hai hambaKu, sesungguhnya kalian senantiasa melakukan kesalahan di malam dan di siang hari dan Aku Pengampun segala dosa, maka mintalah ampunan Ku, niscaya Aku ampuni.

Hai hambaKu, kalian tidak akan bisa memberikan kemudharatan atau kemanfaatan padaKu.

Hai hambaKu, seandainya orang-orang terdahulu dan yang terkini dari kalian baik manusia atau jin, mereka semuanya menjadi orang yang paling bertaqwa, tidak sedikitpun menambah kekuasaan Ku.

Hai hambaKu, seandainya orang-orang terdahulu dan yang terkini dari kalian baik manusia atau jin, mereka semuanya menjadi orang yang paling jahat sekalipun, tidak akan mengurangi kekuasaan Ku sedikitpun.

Hai hambaKU, seandainya orang-orang terdahulu dan yang terkini dari kalian baik manusia atau jin, mereka berkumpul di suatu bukit, mereka semua meminta kepada Ku, niscaya Aku penuhi semua setiap permintaan mereka dan itu tidak akan mengurangi sedikitpun yang Aku miliki, kecuali hanya seperti sebatang jarum yang dicelupkan ke dalam lautan.

Hai hambaKu, sesungguhnya ini adalah semua amalan kalian yang Aku catat semua untukmu, kemudian akan Aku balas.

Barangsiapa mendapati kebaikan, hendaklah ia memuji Allah dan barang siapa mendapati sebaliknya (buruk) maka janganlah sekali-kali mencaci kecuali terhadap dirinya sendiri.”

(Hadist qudsi riwayat Imam Muslim, dari Abu Dzar Al ghifari ra dari Nabi SAW)

Mencoba merenungkan kembali mencintai seseorang itu berdiri pada kotak keagungan cinta atau petak ketololan yang agung!

Kenapa tidak cukup hanya Dia???

”Dan sungguh akan Kami isi neraka jahanam banyak dari golongan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah, dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakannya untuk mendengarkan ayat-ayat Allah. Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.”

(QS. Al A’raf:179)

Lebih cinta pada sesuatu dekat pada kesyirikan dan itu berarti kedzaliman yang besar!

Tidakkah kau takut jika Sang Pemberi Petunjuk sendiri yang akan menyesatkan karena kedzaliman yang kita lakukan?

Padahal, jika kita mendekat padaNya, Allah akan dekat dengan kita bahkan lebih dekat dengan urat leher.

”Barang siapa memusuhi orang yang setia kepadaKu, orang yang Aku cintai, maka sesungguhnya Aku telah menyatakan PERANG terhadapnya, dan tidaklah bertaqarrub seseorang hambaKu dengan sesuatu yang lebih Kusukai, seperti bila ia melakukan fardhu yang Kuperintahkan atasnya. Dan senantiasa hambaKu bertaqarrub kepadaKu dengan amalan sunnah hingga Aku mencintainya, jadilah Aku sebagai pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar dan sebagai penglihatan yang ia gunakan untuk melihat dan sebagai tangannya yang ia guakan untuk berjuang dan sebagai kakinya yang ia gunakan untuk berjalan dan jika ia meminta kepadaKu, niscaya Aku memberinya, dan jika ia minta perlindungan padaKu niscaya Kulindungi.”

(Hadis qudsi riwayat Imam Bukhari, dari Abu Hurairah ra, dari Rosulullah SAW)

Jangan sampai Allah cemburu padamu!!!



Ga Cukup Cuma Nabung!!!
Friday November 28th 2008, 5:15 am
Filed under: shariah

Bank bink bunk, yok kita ke bank!

Bank bink bunk, yok kita ke bank!

Bang bing bung, yok kita nabung!

Tang ting tung, hei jangan dihitung!

Tahu tahu kita nanti banyak untung!!!

Masih kenal lirik lagunya saskia dan geofani diatas?

Yach salah satu bentuk propaganda agar anak-anak dibiasakan menabung sejak kecil. Sebenarnya sama sekali tidak ada yang salah dengan menabung, hanya menurutku itu sudah terlalu primitif untuk jaman seperti sekarang ini.

Apalagi sebagai seorang muslim, kita kan harus menghindari riba, jadi tidak layak untuk join pada produk konvensional, bagaimanapun menguntungkannya itu!

”Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan bergelimang dosa.”

(QS. Al Baqarah: 276)

”Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba jika kamu orang beriman.”

(QS. Al Baqarah: 278)

Coba bayangkan jika kita menyimpan uang di bank syariah. Uang tabungan kita tidak pernah bertambah tapi justru berkurang karena administrasi (bagi yang menyepakati zakat, berarti berkurang karena zakat juga). Itu karena bank syariah tidak menggunakan prinsip bunga, jadi jumlah tetap, kalopun nambah karena bagi hasil, jumlahnya juga ga significant. Padahal nilai uang itu tidak tetap tapi makin lama makin berkurang. Al hasil, uang kita serasa kecil saat kita ambil kelak. Ex: Uang 100 ribu dulu bisa buat bayar kuliah ibuku 2 semester di IKIP atau bayar kos setengah tahun di Jogja. Sekarang? 100 ribu itu receh. Buat hidup 3 hari habis!

Satu ilustrasi lagi, misal kita nabung rutin tiap bulan 1juta, 2 juta, 500 ribu, 150 ribu, 5 juta. Dst, dst…..

Anggap dalam satu tahun terkumpul 20 juta. Suatu hari Allah menakdirkan kita kena sakit parah yang harus bed rest di RS dalam waktu cukup lama, atau kecelakaan dan harus ganti rugi. Kira-kira apa yang akan dilakukan?

Karena punya tabungan 20 juta yang bisa digunakan, kebanyakan orang pasti akan mengambilnya dan menggunakannya buat membereskan masalah tadi. Akhirnya, uang 20 jt yang 1th susah payah kita kumpulkan buat hari tua atau rumah atau kebutuhan lain hilang begitu saja!

Jika ada produk yang memungkinkan kita nabung, uang kita berkembang pesat karena diinvestasikan, sekaligus kita mendapat jaminan atas kerugian financial jika suatu saat Allah menimpakan musibah, tanpa riba lagi! Mestinya sih nyesel masih tetep make cara nabung konvensional!

Sayang, banyak orang yang belum kenal dengan produk macam itu. Padahal sudah ada sejak lumayan lama lho! Produk Link, begitu biasanya agen-agen menyebutnya! Asuransi Takaful Indonesia, juga menyediakan produk ini. Namanya Takafulink, produk gabungan dari 3 unsur, saving, investasi dan asuransi! Dan dikelola dengan prinsip syariah. Perkenalan aja, semoga bisa sedikit menambah pengetahuan tentang asuransi investasi syariah.

Takafulink menggunakan bentuk investasi reksadana syariah. Reksadana adalah sistem investasi yang mengumpulkan dana dari banyak investor kemudian melalui manajer investasi di salurkan untuk ditanamkan pada emiten-emiten yang ada atau diinvestasikan pada instrumen-instrumen lain misal pasar uang dan obligasi.

Ada 3 jenis produk dalam takafulink ini, Takafulink Istiqomah, Takafulink Mizan, dan Takafulink Alia. Masing-masing punya resiko dan keuntungan yang berbeda. Tiga jenis ini dimaksudkan agar nasabah dapat memilih sendiri resiko yang ia mampu hadapi dan manfaat yang ingin ia terima dan untuk apa nantinya hasil investasinya.

Uraian singkatnya sebagai berikut:

  • Takafulink Istiqomah

Sesuai namanya, hasil investasi dari produk ini juga sangat istiqomah alias gitu-gitu aja. Dalam istilah konvensional bernama reksadana pendapatan tetap. Dana nasabah ditempatkan pada pasar uang syariah dan obligasi syariah. Resikonya kecil, hampir tidak ada, tapi hasilnya datar, ga tinggi-tinggi amat gitcu!

  • Takafulink Mizan

Nah, kalo ini yang sedang-sedang saja! Resiko moderat, hasil lumayan. Sebabnya ini reksadana campuran, artinya 80% dana ditempatkan di instrumen pendapatan tetap seperti istiqomah dan 20% ditempatkan di saham. Untuk tabungan haji, tabungan pendidikan anak (buat yang punya anak >1), tabungan serba-serbi, ini produk yang paling cocok!

  • Takafulink Alia

Alias reksadana saham. Kebalikan dari mizan, penempatan dananya 80% di saham dan 20% di pendapatan tetap. Sebagaimana kita tahu harga saham sangat fluktuatif, begitu juga hasil investasinya. Sangat fluktuatif! Makanya resiko alia yang paling tinggi, tapi sampe sekarang hasilnya juga paling tinggi. Yang berani join di produk ini biasanya pengusaha, karena untuk jangka panjang Alia sangat menguntungkan.

Fasilitas produk Takafulink juga sangat bagus. Fleksibel, bisa diambil sewaktu-waktu setelah tahun ke 2 dst. Top up, saat ada kelebihan dana atau nilai saham sedang turun bisa menambah dana untuk diinvestasikan, agar hasil tetap tinggi sesuai harapan. Ada juga istilah tabarru’ atau dana saling tolong-menolong. Inilah yang membedakan asuransi syariah dan konvensional. Dana tabarru’ ini tidak boleh di otak-atik. Hanya boleh digunakan untuk santunan jika ada salah satu nasabah yang terkena musibah.

Satu hal terpenting sebelum lupa, takaful punya Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang selalu mengontrol kinerja dan cara kerja perusahaan agar selalu sesuai dengan prinsip-prinsip shariah dan menetapkan fiqh muamalah yang benar. Salah satu anggotanya adalah Ustad. Muhammad Syafi’i Antonio, yang terkenal itu!

Bagaimana? Tertarik join?!



Monday November 03rd 2008, 11:31 pm
Filed under: Religion

IA ADALAH 5 GERAK ORANG YANG BERLARI..

SESUAI ANALISA FISIKA..

DITENGAHNYA.. IA MEMBUMBUNG..

SEBELUMNYA ADA SANDARAN DAN DORONGAN YANG MENINGGIKANNYA..

DAN DIAKHIRNYA ADA KEMANTAPAN..UNTUK MEMULAI PERJALANAN BARU..

BEGITU JUGA PERIODE-PERIODE DAKWAH..

KARENA DAKWAH BERADA PADA JALURNYA YANG DIBERKATI..

LEPAS LANDAS DARI TANAH YANG KERAS..

SEBELUM MELANGKAH SUDAH TAHU TEMPAT KAKI BERPIJAK.

SENYAWA DENGAN SUNNAH SEMUA MAKHLUK..

MENGARUNGI PERJALANANNYA…

TANPA ADA PENGHALANG…

CEPAT…MENANG…



Aku iri pada Shoyub…
Monday November 03rd 2008, 11:00 pm
Filed under: Religion

Kilatan pedang

Lemparan tombak

Sayatan kapak

Kibaran surai besi leher kuda, derapnya,

Tingginya kalimatullah dalam panji!

Pekikan takbir ditengah semerbak syurga yang terbawa debu sahara,

Anyir darah musuh yang dikalahkan wangi darah syuhada…

Semua hal yang tak pernah lelah kurindukan..

Tulisan 23 Oktober dini hari, gara2 liat film perangnya Sholahudin al Ayyubi.