Filed under: Uncategorized
“Yang demikian itu adalah Tuhan yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang, Yang memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah.”
CintaNya telah ada…
bahkan sejak keberadaan kita belum ada!
”Hai hambaKu sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman terhadap diri Ku dan Aku haramkan juga diantara kalian, maka janganlah kalian saling mendzalimi. Wahai hambaKu, masing-masing kalian dalam keadaan sesat kecuali yang telah Aku beri petunjuk maka mintalah petunjuk kepadaKu, niscaya Aku beri petunjuk (hidayah).
Hai hambaKu, setiap kalian dalam keadaan lapar, kecuali yang telah Aku beri makan, maka mintalah makan pada Ku, niscaya Aku beri makan.
Hai hambaKu, setiap kalian dalam keadaan telanjang, kecuali yang telah Aku beri pakaian, maka mintalah pada Ku, niscaya Aku beri pakaian.
Hai hambaKu, sesungguhnya kalian senantiasa melakukan kesalahan di malam dan di siang hari dan Aku Pengampun segala dosa, maka mintalah ampunan Ku, niscaya Aku ampuni.
Hai hambaKu, kalian tidak akan bisa memberikan kemudharatan atau kemanfaatan padaKu.
Hai hambaKu, seandainya orang-orang terdahulu dan yang terkini dari kalian baik manusia atau jin, mereka semuanya menjadi orang yang paling bertaqwa, tidak sedikitpun menambah kekuasaan Ku.
Hai hambaKu, seandainya orang-orang terdahulu dan yang terkini dari kalian baik manusia atau jin, mereka semuanya menjadi orang yang paling jahat sekalipun, tidak akan mengurangi kekuasaan Ku sedikitpun.
Hai hambaKU, seandainya orang-orang terdahulu dan yang terkini dari kalian baik manusia atau jin, mereka berkumpul di suatu bukit, mereka semua meminta kepada Ku, niscaya Aku penuhi semua setiap permintaan mereka dan itu tidak akan mengurangi sedikitpun yang Aku miliki, kecuali hanya seperti sebatang jarum yang dicelupkan ke dalam lautan.
Hai hambaKu, sesungguhnya ini adalah semua amalan kalian yang Aku catat semua untukmu, kemudian akan Aku balas.
Barangsiapa mendapati kebaikan, hendaklah ia memuji Allah dan barang siapa mendapati sebaliknya (buruk) maka janganlah sekali-kali mencaci kecuali terhadap dirinya sendiri.”
(Hadist qudsi riwayat Imam Muslim, dari Abu Dzar Al ghifari ra dari Nabi SAW)
Mencoba merenungkan kembali mencintai seseorang itu berdiri pada kotak keagungan cinta atau petak ketololan yang agung!
Kenapa tidak cukup hanya Dia???
”Dan sungguh akan Kami isi neraka jahanam banyak dari golongan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah, dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakannya untuk mendengarkan ayat-ayat Allah. Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.”
(QS. Al A’raf:179)
Lebih cinta pada sesuatu dekat pada kesyirikan dan itu berarti kedzaliman yang besar!
Tidakkah kau takut jika Sang Pemberi Petunjuk sendiri yang akan menyesatkan karena kedzaliman yang kita lakukan?
Padahal, jika kita mendekat padaNya, Allah akan dekat dengan kita bahkan lebih dekat dengan urat leher.
”Barang siapa memusuhi orang yang setia kepadaKu, orang yang Aku cintai, maka sesungguhnya Aku telah menyatakan PERANG terhadapnya, dan tidaklah bertaqarrub seseorang hambaKu dengan sesuatu yang lebih Kusukai, seperti bila ia melakukan fardhu yang Kuperintahkan atasnya. Dan senantiasa hambaKu bertaqarrub kepadaKu dengan amalan sunnah hingga Aku mencintainya, jadilah Aku sebagai pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar dan sebagai penglihatan yang ia gunakan untuk melihat dan sebagai tangannya yang ia guakan untuk berjuang dan sebagai kakinya yang ia gunakan untuk berjalan dan jika ia meminta kepadaKu, niscaya Aku memberinya, dan jika ia minta perlindungan padaKu niscaya Kulindungi.”
(Hadis qudsi riwayat Imam Bukhari, dari Abu Hurairah ra, dari Rosulullah SAW)
Jangan sampai Allah cemburu padamu!!!