Ga Cukup Cuma Nabung!!!
Friday November 28th 2008, 5:15 am
Filed under: shariah

Bank bink bunk, yok kita ke bank!

Bank bink bunk, yok kita ke bank!

Bang bing bung, yok kita nabung!

Tang ting tung, hei jangan dihitung!

Tahu tahu kita nanti banyak untung!!!

Masih kenal lirik lagunya saskia dan geofani diatas?

Yach salah satu bentuk propaganda agar anak-anak dibiasakan menabung sejak kecil. Sebenarnya sama sekali tidak ada yang salah dengan menabung, hanya menurutku itu sudah terlalu primitif untuk jaman seperti sekarang ini.

Apalagi sebagai seorang muslim, kita kan harus menghindari riba, jadi tidak layak untuk join pada produk konvensional, bagaimanapun menguntungkannya itu!

”Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan bergelimang dosa.”

(QS. Al Baqarah: 276)

”Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba jika kamu orang beriman.”

(QS. Al Baqarah: 278)

Coba bayangkan jika kita menyimpan uang di bank syariah. Uang tabungan kita tidak pernah bertambah tapi justru berkurang karena administrasi (bagi yang menyepakati zakat, berarti berkurang karena zakat juga). Itu karena bank syariah tidak menggunakan prinsip bunga, jadi jumlah tetap, kalopun nambah karena bagi hasil, jumlahnya juga ga significant. Padahal nilai uang itu tidak tetap tapi makin lama makin berkurang. Al hasil, uang kita serasa kecil saat kita ambil kelak. Ex: Uang 100 ribu dulu bisa buat bayar kuliah ibuku 2 semester di IKIP atau bayar kos setengah tahun di Jogja. Sekarang? 100 ribu itu receh. Buat hidup 3 hari habis!

Satu ilustrasi lagi, misal kita nabung rutin tiap bulan 1juta, 2 juta, 500 ribu, 150 ribu, 5 juta. Dst, dst…..

Anggap dalam satu tahun terkumpul 20 juta. Suatu hari Allah menakdirkan kita kena sakit parah yang harus bed rest di RS dalam waktu cukup lama, atau kecelakaan dan harus ganti rugi. Kira-kira apa yang akan dilakukan?

Karena punya tabungan 20 juta yang bisa digunakan, kebanyakan orang pasti akan mengambilnya dan menggunakannya buat membereskan masalah tadi. Akhirnya, uang 20 jt yang 1th susah payah kita kumpulkan buat hari tua atau rumah atau kebutuhan lain hilang begitu saja!

Jika ada produk yang memungkinkan kita nabung, uang kita berkembang pesat karena diinvestasikan, sekaligus kita mendapat jaminan atas kerugian financial jika suatu saat Allah menimpakan musibah, tanpa riba lagi! Mestinya sih nyesel masih tetep make cara nabung konvensional!

Sayang, banyak orang yang belum kenal dengan produk macam itu. Padahal sudah ada sejak lumayan lama lho! Produk Link, begitu biasanya agen-agen menyebutnya! Asuransi Takaful Indonesia, juga menyediakan produk ini. Namanya Takafulink, produk gabungan dari 3 unsur, saving, investasi dan asuransi! Dan dikelola dengan prinsip syariah. Perkenalan aja, semoga bisa sedikit menambah pengetahuan tentang asuransi investasi syariah.

Takafulink menggunakan bentuk investasi reksadana syariah. Reksadana adalah sistem investasi yang mengumpulkan dana dari banyak investor kemudian melalui manajer investasi di salurkan untuk ditanamkan pada emiten-emiten yang ada atau diinvestasikan pada instrumen-instrumen lain misal pasar uang dan obligasi.

Ada 3 jenis produk dalam takafulink ini, Takafulink Istiqomah, Takafulink Mizan, dan Takafulink Alia. Masing-masing punya resiko dan keuntungan yang berbeda. Tiga jenis ini dimaksudkan agar nasabah dapat memilih sendiri resiko yang ia mampu hadapi dan manfaat yang ingin ia terima dan untuk apa nantinya hasil investasinya.

Uraian singkatnya sebagai berikut:

  • Takafulink Istiqomah

Sesuai namanya, hasil investasi dari produk ini juga sangat istiqomah alias gitu-gitu aja. Dalam istilah konvensional bernama reksadana pendapatan tetap. Dana nasabah ditempatkan pada pasar uang syariah dan obligasi syariah. Resikonya kecil, hampir tidak ada, tapi hasilnya datar, ga tinggi-tinggi amat gitcu!

  • Takafulink Mizan

Nah, kalo ini yang sedang-sedang saja! Resiko moderat, hasil lumayan. Sebabnya ini reksadana campuran, artinya 80% dana ditempatkan di instrumen pendapatan tetap seperti istiqomah dan 20% ditempatkan di saham. Untuk tabungan haji, tabungan pendidikan anak (buat yang punya anak >1), tabungan serba-serbi, ini produk yang paling cocok!

  • Takafulink Alia

Alias reksadana saham. Kebalikan dari mizan, penempatan dananya 80% di saham dan 20% di pendapatan tetap. Sebagaimana kita tahu harga saham sangat fluktuatif, begitu juga hasil investasinya. Sangat fluktuatif! Makanya resiko alia yang paling tinggi, tapi sampe sekarang hasilnya juga paling tinggi. Yang berani join di produk ini biasanya pengusaha, karena untuk jangka panjang Alia sangat menguntungkan.

Fasilitas produk Takafulink juga sangat bagus. Fleksibel, bisa diambil sewaktu-waktu setelah tahun ke 2 dst. Top up, saat ada kelebihan dana atau nilai saham sedang turun bisa menambah dana untuk diinvestasikan, agar hasil tetap tinggi sesuai harapan. Ada juga istilah tabarru’ atau dana saling tolong-menolong. Inilah yang membedakan asuransi syariah dan konvensional. Dana tabarru’ ini tidak boleh di otak-atik. Hanya boleh digunakan untuk santunan jika ada salah satu nasabah yang terkena musibah.

Satu hal terpenting sebelum lupa, takaful punya Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang selalu mengontrol kinerja dan cara kerja perusahaan agar selalu sesuai dengan prinsip-prinsip shariah dan menetapkan fiqh muamalah yang benar. Salah satu anggotanya adalah Ustad. Muhammad Syafi’i Antonio, yang terkenal itu!

Bagaimana? Tertarik join?!





     
1 Comment so far

promosi…
adeeeuuuuu yang bagian marketing!!
ayo promosi terus!!
semoga banyak yg tertarik!!!

Comment by    sari 12.05.08 @ 9:36 pm



Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

(required)

(required)